FAQ
   

 
Questions
 

    Kesehatan

  1. Apakah Vegetarian menyebabkan kekurangan Vitamin B12 ?
  2. Apakah menjadi vegetarian akan terkena anemia ?
  3. Sayuran atau makanan apa yang mengandung protein tinggi?
  4. supplemen calcium merek apa ya yang bisa dikonsumsi oleh orang vegetarian? Karena di usia saya yang sudah mulai memasuki 40 thn, saya takut terkena osteoporosis , pingin konsumsi calcium yang dijual di toko-toko suplemen, tapi saya ragu apakah itu vegetarian atau tidak
  5. apakah orang yang terkena asam urat bisa menjalankan vegetarian? karena beberapa pantangan makanan penderita asam urat adalah kacang-kacangan. Darimanakah mereka mendapatkan protein? dan bagaimana cara mereka menjalankan vegetarian yang seimbang
Answers
 

  1. Vitamin B12 atau Cyano-cobalamine merupakan salah satu vitamin B yang berguna untuk membentuk sel darah merah, melindungi lapisan myelin yang membungkus urat saraf, mempengaruhi pertumbuhan dan kesuburan, dan membantu pencernaan lemak, protein, dan karbohidrat. Walaupun kelihatannya vitamin ini mempunyai fungsi seabrek, tetapi hanya sedikit saja jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu 2,5 - 3,0 mikrogram perhari. Namun demikian vitamin B12 harus tetap ada dalam tubuh kita. Memang harus diakui bahwa vitamin B12 banyak terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan seperti hati, ikan, otak, jantung, susu dan kuning telur. Tapi bukan berarti kebutuhan akan vitamin B12 itu tidak dapat dipenuhi bagi yang bervegetarian. Bagi lacto ovo atau lacto vegetarian (yang masih mengkonsumsi susu dan telur), tentu tidak kesulitan untuk mendapatkan vitamin B12 karena dengan mengkonsumsi susu dan telur cukup memenuhi kebutuhan vitamin B12 setiap hari. Bagaimana dengan vegan murni yang tidak mengkonsumsi susu dan telur? Pada tahun 1977, para ahli telah menemukan bahwa vitamin B12 dapat diproduksi oleh bakteri pada waktu pembuatan tempe dari kacang kedelai. Dalam setiap 100 gr tempe ( 4 potong tempe ukuran 4x 6x1 cm) terdapat ± 4 - 5 mcg B12 yang telah melebihi kebutuhan sehari. Dalam setiap butir telur terdapat ± 1 mcg vitamin B12, sedangkan dalam satu gelas susu terdapat ± 1 mcg. Selain itu , sumber vitamin B12 yang lain adalah dari pertumbuhan bakteri yang terdapat di mulut tenggorokan dan sekitarnya. Lebih dari 0,5 mcg setiap hari dapat diperoleh dari sumber ini. Karena itu dianjurkan untuk minum air putih terlebih dahulu setelah bangun tidur sebelum sikat gigi. Vitamin B12 juga terdapat dalam jumlah yang kecil pada gandum, kacang kedelai, sayuran hijau dan buah-buahan. Juga ditemukan sebagai hasil sintesa mikroorganisme di tanah yang melekat di akar dan batang dari tomat, kangkung, kobis, seledri. Jadi sebenarnya kita tidak perlu khawatir akan kekurangan vitamin B12. Dengan pola konsumsi dan pola hidup yang baik maka kekhawatiran akan kekurangan vitamin B12 tak perlu ada. Perlu diingat , jangan mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi ( paling banyak 0,5 g perhari). Karena Vitamin C dosis tinggi dapat merusak vitamin B12.

    Tabel sumber Vitamin B12
    1 butir telur 1,0 mcg (microgram)
    1 gelas keju lunak (vegetarian) 1,2 mcg
    1 gelas yoghurt + susu bebas lemak 1,0 mcg
    100 gr tempe 5,0 mcg
    1 gelas susu kacang kedelai yang diperkaya vit.B12 (mis. Bonus) 4,0 mcg

    dr.Lusia Anggraini
    Staff ahli IVS

    [Back to top]

  2. Penyakit anemia sebenarnya bukan merupakan suatu penyakit tapi merupakan gejala suatu penyakit. Anemia berarti menurunnya konsentrasi hemoglobin (Hb) di dalam darah. Pada pemeriksaan laboratorium dijumpai :

    -Pria : Hb < 14 g/dl, Ht < 41%, jumlah eritrosit < 4,5 juta/ml
    -Wanita : Hb < 12 g/dl, Ht < 37%, jumlah eritrosit < 4 juta/ml .

    Hemoglobin adalah protein yang mengandung zat besi dan melaksanakan fungsi pengangkutan oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Untuk membentuk butir darah merah, sumsum tulang membutuhkan bahan baku yang cukup yakni zat besi, asam amino,vitamin B12, asam folat, B2, B6,vitamin C, E ; mineral ( kobalt dan tembaga ) serta hormon erythropoeitin.

    Secara umum anemia disebabkan oleh :
    1. Penurunan produksi :
    - anemia defisiensi : zat besi, vitamin B12 ( anemia pernisiosa ), asam folat.
    - anemia aplastik : ketidaksanggupan sumsum tulang membentuk darah.
    2. Peningkatan penghancuran :
    - anemia karena perdarahan : maag, haid yang banyak, epistaxis, infestasi cacing, perdarahan saluran cerna akibat obat analgesik.
    - anemia hemolitik : karena umur eritrosit yang pendek sehingga mudah hancur.

    Jadi bila seseorang menderita anemia maka perlu ditelusuri penyebabnya dan bukan melulu karena faktor makanan yang kurang. Tubuh manusia sebenarnya hanya dapat menyerap sedikit zat besi yang dimakan yakni sekitar 20 % tetapi dapat mendaur ulang zat besi yang didapat dari hasil penghancuran butir darah merah yang telah mati (umur > 120 hari). Jadi kebutuhan zat besi dari makanan sesungguhnya hanya sedikit dan dari penelitian diketahui bahwa pada anemia akibat kekurangan zat besi sebenarnya yang paling menentukan adalah asupan vitamin C yang dapat membantu usus halus untuk menyerap zat besi dari makanan untuk masuk ke dalam tubuh. Oleh sebab itu dianjurkan untuk mengkonsumsi cukup vitamin C pada saat makan atau dapat juga meminum 1 gelas jus jeruk sesudah makan. Secara umum pada vegetarian sebenarnya tidak ada masalah karena secara umum banyak vitamin C yang dimakan seperti sayur, buah, kentang, tomat, air jeruk, kubis dll yang akan mengubah zat besi Ferri menjadi Ferro yang sia! p untuk diserap. Beberapa hal penting yang perlu diingat adalah menghindari teh, kopi pada waktu makan dan hanya diperbolehkan minimal > 1 jam sebelum makan dan juga makanan yang mengandung phytate seperti dedak/sekam dan cereal utuh. Juga zat fosfat yang ditambahkan dalam minuman ringan, es krim, manisan dapat mengurangi penyerapan zat besi. Demikian juga halnya dengan makanan tinggi Kalsium seperti susu tidak boleh diminum bersamaan dengan makanan.

    Adapun sumber zat besi adalah : sayur hijau ( bayam, daun singkong, kangkung,daun pepaya dll ), palawija, kuning telur ( lebih tinggi dari daging ) , buah kering seperti kismis, kacang-kacangan, wijen, cabe rawit, jamur dll. Kebutuhan sehari : 13 mg pada pria dan 18 mg pada wanita ( menurut RDA di Amerika ). Di Indonesia disarankan 20 mg sehari.

    Sumber vitamin B12 yang penting seperti : tempe, telur, susu, rumput laut, cereal yang diperkaya, suplemen dari obat.

    Sumber asam folat terutama dalam sayuran yang berwarna hijau. Semua makanan yang dibutuhkan sebenarnya telah tersedia pada diet vegetarian sehingga tidak ada alasan kekhawatiran terhadap anemia. Dan hal ini memang terbukti dari penelitian di dunia di mana tidak terdapat bukti korelasi yang bermakna antara anemia dengan pola hidup vegetarian.

    Salam,


    dr.Hendry Widjaja.

    [Back to top]

  3. Selama ini, masih banyak yang beranggapan bahwa sumber protein yang paling baik adalah sumber hewani. Padahal banyak sekali makanan nabati yang mengandung protein yang cukup untuk tubuh. Dan keuntungan lain dari sumber nabati adalah tidak mengandung kolesterol dan sedikit sekali yang mengandung asam lemak jenuh.

    Makanan yang banyak sumber protein adalah kacang-kacangan terutama adalah kacang kedelai yang sudah diolah menjadi tempe. Tempe, makanan yang murah meriah, ternyata mengandung protein tinggi dan asam amino essential yang lengkap bagi tubuh. Selain itu, banyak makanan nabati yang bukan golongan kacang-kacangan juga mengandung protein. Contohnya adalah nasi dan jagung yang kita makan sehari-hari juga mengandung protein. Walau zat gizi utama nasi adalah karbohidrat, tetapi juga mengandung protein.

    Jadi jangan takut kekurangan protein bagi vegetarian. Semua ada dalam makanan nabati dan cukup untuk tubuh. Dengan pengaturan makan yang baik, anda tak akan kekurangan protein atau zat gizi
    lainnya.
    Salam, Drs.Susianto,MKM

    [Back to top]

  4. Kami tidak menganjurkan mengonsumsi suplemen kalsium, tapi makanlah sumber kalsium alami sbb:


    Salam, Drs.Susianto,MKM

    [Back to top]

  5. Hal ini sering ditanyakan dalam seminar2 vegetarian dari dulu hingga sekarang. Banyak orang termasuk para medis keliru dan memberikan pandangan yang salah kepada pasien dan masyarakat luas tentang asam urat.

    Diet diberikan kepada pasien dengan kadar asam urat > 7,5 mg/dl. Makanan yang tinggi purin umumnya meningkatkan ekskresi/pengeluara n asam urat melalui urin sehingga bisa terbentuk batu asam urat. Metabolisme purin yang abnormal juga akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit gout artritis, sehingga terjadi timbunan kristal garam urat di persendian dapat menyebabkan peradangan sendi pada lutut dan/atau jari.

    Kelompok bahan makanan menurut kandungan PURIN dan anjuran makan:

    Kelompok 1 (DIHINDARI) : Kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin/100gr bahan makanan ) :
    Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/kaldu, bebek, ikan sardin, kerang

    Kelompok 2 (DIBATASI) : Kandungan purin sedang (9-100 mg purin/100gr bahan makanan) :
    Daging, ayam, ikan, udang, daun dan biji melinjo, daun singkong, kangkung, bayam, asparagus, kacang tanah, kacang kedelai.

    Kelompok 3 (DAPAT DIMAKAN) : Kandungan purin rendah (DAPAT DIABAIKAN) :
    Nasi, ubi, singkong, jagung, roti, mie, bihun, tepung beras, sayuran (kecuali sayuran dalam kelompok 2), buah-buahan, kue kering, puding/agar2, lemak/minyak, gula.

    Jadi tempe dan tahu masih boleh dikonsumsi sebagai sumber protein vegetarian, asalkan dibatasi yaitu 50 gram (2 potong sedang) sehari. Disamping itu kacang2an yang lain sebagai sumber protein vegetarian yang baik masih boleh dikonsumsi seperti : kacang panjang, buncis, kacang hijau, kacang merah, dll. Jangan takut kurang protein, karena nasi saja mengandung protein kok........nasi juga mengandung zat besi lho......

    Disamping itu, penderita asam urat harus banyak minum air putih (2-3 liter/hari) dan olah raga.
    Salam, Drs.Susianto,MKM

    [Back to top]